KHITBAH Oktober 21, 2009
Posted by masarionline in Uncategorized.1 comment so far
Khitbah itu disamakan dengan lamaran. Dan hari ini aku menerima kabar gembira terkait khitbah. Seorang adik kelasku hari Ahad besok akan mengkhitbah adik kelas istriku. Seorang temanku (ehm adik kelas juga sih) hari Ahad besok juga akan ta’aruf sekaligus mengkhitbah adiknya suaminya kakaknya istriku.
Hah memang terbukti menikah itu menambah saudara. Dan percayalah, aku sudah banyak membuktikan bahwa menikah itu juga menambah rezeki.
Ehm, kapan yah aku menerima kabar kakak kelasku lamaran atau menikah? (Sambil berharap yang disinggung ikut membaca ini hehehh)
SAYA BUKAN BUSWAY Oktober 21, 2009
Posted by masarionline in Uncategorized.add a comment
Saat terjebak kemacetan di area Mampang, motor dan mobil seakan berebut untuk keluar dari kepungan kendaraan. Tak sedikit juga diantara motor dan mobil yang masuk jalur busway meski telah dilarang oleh petugas busway.
Ada yang mengesankan saat tiba-tiba ada motor mendahuluiku dengan stiker mencolok di belakangnya. Latar kuning stiker itu membuat tulisan di dalamnya terbaca jelas,
“Saya bukan BUSWAY jadi saya tidak masuk jalur”
Hahaha, sindiran halus untuk pengendara motor dan mobil yang menyerobot masuk jalur Busway. Tapi sayangnya yang bisa membaca stiker itu tentu yang diluar jalur Busway. Lantas bagaimana mengingatkan yang masuk jalur Busway ya?
Atau stiker itu adalah penegasan dan ungkapan penguat untuk mari kita berlalu lintas pada jalur yang benar.
Wallohu a’lam
RIDE WITH 20 KM/H Oktober 13, 2009
Posted by masarionline in Uncategorized.2 comments
Bila bukan karena yang ada di belakangku adalah permata yang harus ku jaga dan anugrah terindah yang menjadi amanah, mungkin aku tak terlalu peduli akan kenyamanan dan rasa aman. Setiap kali berkendara, tangan kanan selalu gatal untuk tancap gas dan kaki kiri terasa kram menahan hasrat untuk naik gigi.
Can you imagine it? Keluar rumah sampai jalan Bintaro maximum speed only 20 km/h. Dari jalan Bintaro sampai Lebak Bulus maximum 30 km/h. Setelah Lebak Bulus ‘baru’ bisa nambah maximum 40 km/h melewati TB Simatupang sampai kampus LIPIA. Fiuh, ini motor ato sepeda sih. Heheheheheh
Your comfortable is my priority. Yah apa yang dirasa nyaman dan tenang oleh kasihku ya itulah yang kulakukan. Daripada sedikit-sedikit kasihku kalut dan mencengkeram leherku. Heheheheh.
Selepas dari kampus istriku, barulah bisa agak cepat. Tapi juga ga bisa langsung. Sebab kemacetan telah menghadang sepanjang jalan Mampang. Kadang sih sebel (ato iri yah) pada mereka yang kok dengan nyamannya masuk jalur busway. Dan anehnya polisi juga membiarkan itu. Padahal kan udah jelas kalo jalur busway itu ya hanya untuk TransJakarta. Dan menururt peraturan, mereka yang melanggar harusnya didenda. Aneh deh, yang melanggar malah dilindungi polisi. Sementara yang berusaha untuk mentaati peraturan malah dibiarkan terjebak dalam kemacetan.
Setelah sampai di Kuningan, barulah gigi empat bisa tercapai. Hah akhirnya. Tapi jangan salah juga. Karena kasihku sudah berpesan untuk tidak ngebut, so maksimum speed only 60 km/h.
Meski kadang sebel, tapi karena setiap hari harus melakukannya yah jadi kebiasaan deh. Bahkan kalo pulang kantor pun sekarang aku terapkan itu. Meski sedikit telat dari yang dulu, tapi ketika sampai rumah, hati terasa tenang dan lapang. Sehingga saat bertemu kasihku dan buah hatiku, hatiku pun bisa full bersama mereka.
Yah sedikit waktu untuk ketenangan dan kebersamaan yang berharga tak sedikit pun terasa rugi. Ya kan?
Ramadhan Nuansa Lebaran September 14, 2009
Posted by masarionline in Uncategorized.1 comment so far
Pagi ini berangkat ke kantor serasa udah mulai lebaran. Sebab jalanan mulai agak sepi. Coba kalo kaya gini setiap hari heheh
oya, kemarin sempat ke CBD cari baju untuk anaknya kakaknya istri. tapi yang bikin sebel adalah, kok banyak yang makan minum di ruang publik sih. Oke lah kalo mau khusnudzon mungkin yang wanita sedang haid, menyusui atau alasan syar’i lainnya. tapi bukan berarti bebas makan dan minum di depan publik dong. apalagi dalam kacamata pendidikan anak, hal itu sangat tidak tepat.
kalo yang laki-laki, lebih bikin marah lagi. apa alasan mereka untuk berbuka kecuali kalo non muslim. dan kalo itu benar, berarti mereka sangat tidak bermoral. sama sekali tidak menghormati orang yang sedang berpuasa. padahal, kaum muslimin adalah mayoritas di negara ini. di sisi lain kaum minoritas menuntut toleransi berlebih. itu sangat tidak adil.
tapi bila mereka juga seorang muslim, ada apa yah?
Hah, puasa itu memang membutuhkan iman.
Malam I’tikaf September 11, 2009
Posted by masarionline in Uncategorized.add a comment
Ramadhan telah menggapai 21 hari. Semalam, adik-adik pada I’tikaf di masjid kampus. Tapi ada kejadian kurang mengenakkan. Ada yang kehilangan HP saat bangun pagi. Sampai berangkat kantor tadi sih masih dicari. Semoga dikembalikan ya akhi atau diberi yang jauh lebih baik.
Oya, bicara tentang HP hilang. jadi teringat dua moment pribadi terkait HP.
pertama saat HP dicopet di Stasiun Pondok Ranji. Alhamdulillah HP bisa kembali setelah mencopet dari pencopetnya. keren kan? (ga jelas deh). tapi sesampainya dikantor, teman seruangan malah memuji karena punya bakat copet dan minta dicopetin HP model flip. (sebel) secara diri ini udah deg-degan mempertahankan HP pertama yang berhasil dibeli dengan uang sendiri. Hehehehe
kedua, HP “diselamatkan” orang di depan mata sendiri tanpa sadar bahwa itu HP sendiri. heheheh (miris). tapi yang hebohadalah. orang yang “menyelamatkan” HPku tuh sempat ditabrak motor di belakangnya sampai ada yg rompal. tak cukup sampai situ, orang itu juga sempat ditabrak motor di sampaingnya. mereka semua tak bisa menghindar sebab orang yang “menyelamatkan” HP itu memang berhenti mendadak. setelah orang itu berdarah-darah dan pergi, baru ada tukang Ojek yang bilang bahwa itu HPku. dan setelah ngecek tempat HP, baru sadar deh. It is gone.
tapi cerita belum selesai. sesampainya di kantor, rekan kerja malah bilang justru harusnya aku yang memberi santunan kepada si “penyelamat” itu. (cape deh). Yah, mungkin memang sudah harus ganti. Alhamdulillah sekarang sudah ada gantinya.
pesan saya sih. ga usah terlalu bagus yah HPnya. yang penting bisa dipakai. biar ga ngenes kalo hilang. Hehehehh
RAMADHAN September 10, 2009
Posted by masarionline in Uncategorized.add a comment
Selamat datang dalam penerbangan RAMADHAN Air tujuan Bandara IDUL FITRI dengan nomor penerbangan 1430 H, tidak lama lagi kita akan menempuh perjalanan selama 1 bulan dan memesuki wilayah PUASA. Mari tegakkan kursi IMAN dan sandaran TAKWA kita. Bila terjadi guncangan dalam perjalanan, kuatkan sabuk pengaman Anda dengan ZIKIR, TILAWAH, SHODAQOH dan AMAL baik lainnya. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH RAMADHAN, Mohon maaf atas sgala salah dan khilaf
LOVELY RAMADHAN September 10, 2009
Posted by masarionline in Uncategorized.1 comment so far
Akhirnya bisa juga nulis setelah lama tak bisa akses wordpress. yang jelas Ramadhan ini menjadi berbeda dengan sebelumnya. sebab kehadiran bidadari kecil menghiasi rumah kontrakan baru.
oya semalam aku diminta mengisi kultum tarawih di masjid kampus. jujur, bingung awalnya, hendak menyampaikan apa. tapi akhirnya terinspirasi oleh kemenangan timnas Mesir dalam pertandingan melawan Rwanda sebagai penetuan wakil Afrika di Piala DUnia 2010. padahal mereka sedang puasa dan mempertahankan puasa meski tengah menghadapi pertandingan berat. dan subhanalloh, Alloh memberi kemenangan pada mereka.
media Mesir, bahkan Israel, sempat ‘menyindir’ bahwa kemungkinan personil timnas Mesir akan menggunakan keringanan yg diberikan oleh sebagian ulama yang membolehkan mereka untuk berbuka bila dikhawatirkan akan mengurangi kinerja mereka. namun, personil timnas Mesir pun membantah itu semua dengan mereka tetap berpuasa dan mereka bisa MENANG!
so, siapa yang bilang puasa mengurangi produktivitas? Ga gaul deh!
HAPPY RAMADHAN Agustus 21, 2009
Posted by masarionline in Uncategorized.add a comment
Setelah sekian lama tak menulis di blog, akhirnya memaksakan diri untuk menulis. Terlebih momen menjelang Ramadhan menjadi semangat tersendiri. Semangat pun dipompa menyambut Ramadhan yang tinggal hitungan jam.
Bersihkan hati, luruskan niat dan perkuat ilmu menyambut Ramadhan. Maka benak ini menyatakan azzam untuk membersihkan hati dengan memaafkan semua orang yang pernah menyakiti diri. Ya Alloh, saksikanlah bahwa aku telah membebaskan semua saudaraku dari beban atas diriku. Dan bantulah aku untuk merawat ini. Dan bantulah pula aku untuk menjaga diri agar tak lagi menyalahi saudara-saudaraku.
Sedangkan untuk istriku, ehm, nanti urusan di rumah aja yah hehehe.
Malaikat Jibril berdoa : “Ya Allah, abaikan puasa ummat Muhammad saw, apabila sebelum masuk bulan Ramadhan tidak mohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orangtua,suami/istri dan orang2 sekitarnya” dan Rasulullah mengaminkannya 3x..,
Marhaban ya Ramadhan.
Mari kita sambut dengan suka cita
Siapkan segala amunisi ntuk menggapai seluruh keutamaan
Iringi setiap detik dengan amal ibadah
Mohon Maaf atas segala khilaf
Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih
Selamat Ramadhan 1430H
SMS untuk Kasihku Juli 30, 2009
Posted by masarionline in Uncategorized.add a comment
Biasanya bila tanpa sengaja mendengar sebuah lagu pop dan hafal syairnya, aku ubah syairnya agar lebih sesuai dengan keyakinanku. Atau bahkan aku ubah total menjadi lirik lagu cinta antara diriku, Alloh, dan istriku. Ada juga yang aku ubah menjadi lagu untuk buah hatiku. Intinya, aku tak mau dipenuhi lagu yang ga jelas isinya.
Tapi saat tanpa sengaja mendengar lagu D’Massiv yang berjudul “Jangan Menyerah” aku sempat tertegun dan merenung. Terlepas dari stigma yang sering dituduhkan ke group band itu, syair lagu “Jangan Menyerah” cukup menjadi renungan hati agar selalu bersyukur dan terus berusaha yang terbaik.
Hati ini lebih tersentuh lagi saat video klipnya mampu menghadirkan cerita yang sangat menggugah hati sehingga mata ini menitikkan air mata. Bukan sepenuhnya karena video klipnya, tapi sosok dalam video klip itu mengingatkan ku pada Emak. Wanita yang selalu bisa menghadirkan haru di hatiku atas kerja kerasnya menghidupi keluarga.
Teringat saat masih SD, Emak telah menyiapkan nasi plus tempe goreng sebelum jam 6. Setelah aku berangkat sekolah, Emak pun pergi ke sawah sampai Dzuhur. Sepulangnya di rumah, Emak tak bisa istirahat. Dia harus menumbuk ramuan jamu untuk dijual sampai sebelum Ashar. Selepas sholat Ashar, Emak pun berkeliling kota untuk berjualan jamu. Biasanya Emak sampai jam 8-an. Dan itu rutin setiap hari.
Meski hujan, terkadang Emak masih tetap jualan. Dengan caping khas petani di kepala dan jas hujan dari plastik, Emak menuntun sepeda. Tapi bila hujan sangat deras, Emak terpaksa tak jualan. Aku ingat, saat hujan turun, aku melihat langit dari kaca ruang depan rumah. Aku berdoa semoga hujan segera surut dan berhenti. Terlebih bila Emak nekat berjualan di tengah hujan. Biasanya itu karena tak ada lagi simpanan untuk makan besok. Itu artinya bila Emak tak jualan hari ini, besok kami tak makan.
Bila mengingat fragmen itu, hamper pasti aku menangis. Teringat sangat besar kasih sayang Emak pada anak-anaknya. Meski yang sering terlihat dari Emak adalah omelannya, tapi aku tahu ada kasih sayang disana. Dan yang cukup berkesan dalam hatiku adalah Emak selalu bisa membantuku menghadapi masalah. Meski hanya dengan nasehatnya.
Saat teringat akan hal itu, kasihku bercerita via telepon bahwa Ribby pagi ini sulit BAB karena keras. Ribby pun menangis karenanya. Dalam kepanikannya, kasihku berinisiatif menggunakan cotton bud untuk mengeluarkannya. Tapi tak berhasil. Kasihku pun kembali mencari cara untuk membantu Ribby. Teringat masih ada sisa air Zam-zam di botol, kasihku memberikan sebagian untuk diminum Ribby dan sebagian lagi untuk membasuh anusnya. Tentunya sambil berdoa dan berharap kepada Alloh SWT. Subhanalloh, tak lama setelah itu Ribby pun bisa BAB.
Mendengar hal itu, aku pun terharu dan bahagia. Kasihku telah belajar peran seorang Ibu yang mampu menjadi tempat berbagi masalah anak-anaknya. Lidah ini pun kelu karena haru hingga membisu. Setelah disconnect, aku sadar kenapa aku tak mengungkapkannya saat itu.
Sebuah SMS pun aku kirimkan. “Seorang Ibu akan berupaya kuat untuk membantu anak-anaknya saat daalm masalah. Selamat untuk kasihku yang telah mengatasi salah satu masalah anaknya. I love you kasihku.”
Rentang Waktu Menikah Juli 22, 2009
Posted by masarionline in Uncategorized.add a comment
Meja makan di ruangan terus menjadi tempat diskusi berbagai hal, khususnya masalah pernikahan dan rumah tangga. Dan karena komposisi usia pernikahannya beragam, maka referensi itu pun beragam juga. Tapi, dari berbagai diskusi, bisa dipilah-pilah. Untuk masalah bagaimana menjaga keharmonisan suami dan istri, masukan para senior lebih mengena. Sebab mereka telah teruji dalam usia pernikahan yang cukup lama. Tapi untuk masalah kesehatan keluarga dan teknik mendidik anak, para yunior cenderung lebih update. Sebab mereka lebih terbuka akan perubahan dan informasi terbaru.
Nah, salah satu wejangan para senior adalah masalah rentang waktu menikah. Menurut mereka, 5 tahun pertama pernikahan adalah masa pencocokan. Bahkan bisa dikatakan menjadi masa paling rawan. Karenanya, harus banyak penyesuaian. Bila tak ada yang mau mengalah, kemungkinan bertengkar bahkan perceraian besar kemungkinan terjadi.
5 tahun kedua dalam pernikahan diibaratkan seperti hubungan kakak dan adik. Keduanya bisa kompak karena sudah saling memahami. Hal ini seolah sesuai dengan masa yang mereka hadapi yaitu masa mendidik anak yang sudah mulai besar.
5 tahun ketiga seumpama hubungan orang yang setara. Dimasa ini terkadang perlu refreshing untuk menyegarkan kembali hubungan keduanya.
Tapi tentu usia pernikahan bukan hanya sepanjang 15 tahun seperti gambaran di atas. Itu hanya sebuah ilustrasi dari para senior di ruanganku. Dan sedikit banyak ada benarnya juga.